Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama. Tampilkan semua postingan

Sinopsis dan Trailer Film The Tree of Life (2011)

Kali ini saya akan memberikan sebuah sinopsis film untuk kalian, dari sutradara Terrence Malick yang berjudul The Tree of Life. Film ini bukan film populer yang dengan mudah disukai oleh khalayak ramai, namun The Tree of Life adalah film berkualitas. Terbukti dari penghargaan yang didapatkannya yaitu Piala Palem Emas Festival Film Cannes 2011, film ini juga dipuji-puji banyak kritikus film sedunia (85 % skor RottenTomatoes). Jadi bagaimana kisahnya sehingga bisa sampai dipuji-puji banyak kritikus film begitu? The Tree of Life sebenarnya hanyalah kisah perjalanan sebuah keluarga dalam mengarungi kejamnya arus kehidupan. Ada kisah percintaan, pernikahan, kemarahan, kecemburuan, sibling rivalry, perbedaan pendapat dan berbagai hal alami yang selalu dihadapi setiap elemen dari sebuah keluarga, namun gaya penceritaan yang ditampilkan Malick-lah yang membuat film ini istimewa dan kompleks.

Sinopsis

“The Tree of Life” merupakan kisah sebuah keluarga Midwestern pada tahun 1950an. Film ini mengangkat perjalanan hidup dari putra sulung mereka, Jack, melewati masa kecil penih kepolosan hingga tumbuh dewasa dalam kekecewaan, saat ia mencoba untuk berdamai dengan ayahnya (Brad Pitt). Jack (Sean Penn) merasa jiwanya kosong di dunia yang serba modern, ia mencari jawaban dan makna kehidupan sementara ia pun mempertanyakan keimanannya.

thetreeoflife

The Tree of Life memang bukan film seperti kebanyakan. Terrence Malick dikenal sebagai sutradara Hollywood paling pemalu, tak mau diwawancarai, maupun tak pernah datang ke pemutaran filmnya menjelaskan maksud filmnya. Malick menyajikan filmnya dengan gaya khasnya, voice-over puitis di tengah gambar-gambar indah yang jujur saja kadang membuat ceritanya sulit dicerna. Namun, jika didalami film ini akan memberikan sebuah gambaran permenungan manusia akan kehadiran Tuhan, berkontemplasi merenungkan Tuhan dan hakikat Anda di dunia ini. Saya tidak berbicara banyak mengenai jajaran pemeran pada film ini, karena takut nanti kalian melihat film ini hanya karena pemerannya mas Brad Pitt, sangat rugi karena mungkin tidak akan memperhatikan ceritanya yang sebenarnya menjadi poin penting dalam sebuah film. hehe..

The Tree of Life Trailer

Sinopsis dan Trailer NOAH Band : Awal Semula

Kabar gembira bagi kalian penggemar Band NOAH, karena Film perdana mereka telah tayang di bioskop nasional. Yeeee…!!! memang sebuah kegembiraan tersendiri jika band kesukaan bisa tampil main film, dan saat ini adalah band NOAH yang mempersembahkan film mereka untuk para SAHABAT NOAH (sebutan untuk fans NOAH). Noah adalah sebuah grup band yang terbilang sangat sukses di industri musik Indonesia. Mengusung nama baru dari nama Peterpan yang memang sudah sangat dikenal di hati para pencinta musik Indonesia tak membuat Ariel, dkk susah untuk kembali merajai pentas musik Indonesia. Kesuksesan inilah yang menjadi pemicu untuk membuat sebuah film berjudul ‘Noah Band : Awal Semula”.

Lalu bagaimana jalan ceritanya? Cerita dalam film ini adalah tentu saja tentang NOAH, bagaimana kisah Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David mengalami masa sukses, jatuh dan hingga sukses kembali dalam sebuah kebangkitan pergantian nama dari Peterpan menjadi Noah. Terlalu banyak jika ditulis disini, dan saya yakin pasti buat para SAHABAT NOAH sudah tahu kisah mereka namun melihat kisah mereka dalam sebuah bentuk film pasti akan menjadikan rasa dan kegembiraan tersendiri. yah, tapi akan saya tulis juga garis besar dari film ini..hehe..buat kalian apa sih yang enggak??

noah

Sinopsis

Ariel, Uki, Lukman dan Reza adalah pentolan dari grup band bernama Peterpan pada masa awal kejayaan mereka, hingga keluarnya dua orang personel Peterpan yang berbuntut pada kisah pembubaran Peterpan dan digantikan menjadi Noah pada saat itu. Kehancuran nama Peterpan sendiri tak lepas dari ketidakharmonisan para anggota Peterpan yang berbuntut pada keluarnya Andhika dan Indra. Keadaan ini kemudian diperparah dengan kasus hukum yang membelit Ariel sang vokalis. Lalu bagaimana mereka bisa bangkit lagi dan sesukses sekarang?

Kisah inilah yang kemudian diangkat dalam film ‘Awal Semula’ tersebut. Untuk membuat film ini sendiri sang sutradara yakni Putrama Tuta harus mengorek berita dari semua personel dari Peterpan yang dulu hingga menjadi Noah yang berarti ditambah dengan hadirnya David. Film Noah Band : Awal Semula ini telah ditanyangkan di bioskop Indonesia mulai 14 November 2013 kemarin. Buruan pada nonton supaya tidak ketinggalan keseruan mereka..Smile

Noah Band : Awal Semula Trailer

Sinopsis dan trailer Captain Phillips (2013) Tom Hanks

Apa kabar? update sinopsis kali ini adalah film Captain Phillips yang disutradarai oleh Paul Greengrass yang telah sukses menyutradari film The Bourne Ultimatum pada 2007 silam. Film action persembahan Columbia Pictures ini berdurasi sepanjang 134 menit dan telah rilis pada 11 Oktober 2013 kemarin. Film ini dibintangi oleh Tom Hanks yang bisa dipastikan  merupakan film berkelas seperti film-film Tom Hanks lainnya seperti Philadelphia, Forest Gump, Apollo 13 atau Saving Private Ryan. Film Captain Phillips ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang diambil dari buku yang berjudul A captain’s Duty: Somali Pirates, Navy Seals, and Dangerous Day at Sea yang ditulis oleh Richard Phillips dan Stepan Talty. Lalu bagaimana jalan ceritanya? penasaran? yuk, kita langsung menuju sinopsisnya.

Sinopsis

Kapal Barang AS Maersk Alabama yang dinahkodai oleh Kapten Phillips (Tom Hanks) sedang melakukan perjalanan laut ke Mombasa, Kenya. Namun, tiba-tiba kapal ini dikepung oleh sekelompok perompak yang dipimpin oleh Muse (Barkad Abdi). Seluruh awak kapal Maersk Alabama berusaha menyelamatkan diri ke 'secure room' yaitu tempat yang telah disiapkan untuk insiden seperti ini. Kapten Phillips selaku kapten kapal itu juga bertanggung jawab akan segala hal terburuk yang akan menimpa awaknya, kapal, bahkan dirinya. Di saat menegangkan tersebut terjadi sebuah konflik antara Phillips dan Muse yang membuat keadaan semakin membahayakan.captain_phillips

Nama Tom Hanks sudah pasti menjadi daya tarik utama film ini, namun nama sang sutradara yang juga tidak kalah terkenal, Paul Greengrass. Captain Phillips adalah sebuah perpaduan sempurna antara Sutradara Paul Greengrass dan aktor Tom Hanks. Intensitas film ini dapat terjaga dengan baik dari awal film hingga akhir sehingga anda tidak akan merasa bosan atau jenuh saat menonton melainkan selalu tertarik oleh apa yang di tayangkan (itu pengalaman saya sih, semoga berlaku juga buat anda..hehe). Jajaran pemeran yang keren, musik yang seru disertai pengambilan gambar yang bagus menjadikan film ini patut untuk direkomendasikan menjadi film wajib tonton.

Captain Phillips Trailer

Sinopsis dan Trailer Film Gravity (2013)

Hai..hai..sudah beberapa hari gak update sinopsis (lagi banyak gangguan..hehe), sekarang saatnya melepaskan hasrat mereview (errr…). Film yang akan kita baca kali ini adalah film tahun 2013 yang berarti masih baru-baru aja keluar, judulnya adalah Gravity. Di film ini bertaburan bintang-bintang ternama yang pasti akan membuat film semakin menarik dan menjadi wajib tonton, wajah-wajah tak asing seperti Sandra Bullock dan George Clooney memperkuat film ini. Lalu bagaimanakah ceritanya? yuk, kita simak.

Gravity

Sinopsis

Ryan Stone (Sandra Bullock) adalah seorang insinyur medis yang melakukan misi pertamanya menggunakan pesawat ulang alik milik NASA. Ia ditemani oleh astronot berpengalaman bernama Matt Kowalsky (George Clooney), Namun bencana terjadi ketika mereka sedang melakukan spacewalk atau berjalan di luar angkasan bencana tersebut datang dari bagian sebuah satelit yang lepas dan menghancurkan seluruh pesawat ulang alik yang mereka tumpangi. Alhasil, mereka terkatung-katung di angkasa luar dengan oksigen terbatas dan tanpa bisa berkomunikasi dengan bumi. Merekapun harus saling bekerja sama untuk bertahan hidup.

Mampukah mereka bertahan hidup diangkasa luar?

Film yang diputar pertama kali di festival Venice ini mendapat banyak pujian, bahkan sutradara kondang James Cameron berpendapat bahwa Gravity adalah film luar angkasa terbaik yang pernah dibuat.  Lalu, kenapa masih ragu? ayo tonton, film ini sudah jaminan mutu! hahaha..

Kenapa jaminan mutu? yah, karena selain sudah mendapat pujian dari sutradara ternama, Gravity memberikan tontonan yang seru. Bagaimana tidak, adrenaline sengaja dibawa naik selama film ini berlangsung lalu iringan musik yang menantang ditambah lagi pemandangan luar angkasanya yang indah. Film garapan Alfonso Cuaron (Harry Potter 4) ini memang tidak mengherankan jika sukses, karena ketika sebelum rilis kritik-kritik luar biasa positif telah bermunculan. Dari 47 kritik yang ada film ini berhasil mendapatkan nilai hampir sempurna, yaitu 96! Selain itu memang tidak diragukan lagi peran George Clooney dan Sandra Bullock turut andil dalam keberhasilan film ini. Film ini berhasil meraup 55 Juta dolar di Amerika pada 3 hari tayangnya, Angka ini menjadikan Gravity sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa pada bulan Oktober serta menjadi Film terlaris Sandra Bullock dan George Clooney untuk 3 hari pertama.

Gravity (2013) Trailer

Sinopsis dan Trailer Sokola Rimba

Sudah pernah mendengar judul ini? atau apakah kalian tahu yang siapakah Butet Manurung? Nah, kalau ada yang tahu berarti kalian sudah tahu inti ceritanya, sedangkan buat yang belum tahu berikut ini saya kasih informasi tentang film terbaru garapan Riri Riza  yang berduet dengan Mira Lesmana berjudul Sokola Rimba. Untuk promonya sendiri sudah tayang di bioskop, jadi kia tinggal menunggu filmnya hadir.

2wihbzu3

Sinopsis

 

Kisah Butet Manurung dimulai ketika dia berada di Jambi, diceritakan Butet Manurung yang diperankan oleh Prisa Nasution hampir tiga tahun bekerja di sebuah lembaga konservasi di wilayah Jambi. Butet Manurung telah menemukan hidup yang diinginkannya, yaitu mengajarkan baca tulis dan mengajarkan berhitung kepada anak-anak asli suku anak dalam yang lebih dikenal sebagai orang rimba yang bermukim di hulu sungai makekal di hutan bukit duabelas.

 

Suatu ketika Butet Manurung terserang demam malaria di tengah hutan dan tiba-tiba saja seorang anak asing bernama Nyungsang Bungo (Nyungsang Bungo) datang untuk menolongnya, Nyungsang Bungo berasal dari hilir sungai Makekal yang jaraknya sekitar 7 jam perjalanan untuk bisa mencapai hulu sungai tempat Butet mengajar . Pertemuan dengan penolongnya itulah yang menyadarkan Butet untuk memperluas wilayah kerjanya ke arah hilir sungai Makekal.

 

Nyungsang Bungo dengan keteguhan harinya mencari segala cara untuk supaya dapat terus diajar oleh Butet, Butet juga mencari cara agar dia tetap terus bisa mengajar Nyungsang Bungo. Hingga suatu saat malapetaka yang ditakuti oleh kelompok Nyungsang Bungo betul-betul terjadi . Butet terpisah dari masyarakat rimba  yang dicintainya.

 

Kisah ini agaknya akan membuat haru dan sekaligus seru, saya pribadi tidak sabar untuk segera menonton film ini. Rencananya film ini akan rilis bulan ini tepaatnya tanggal 21 November 2013. Mari kita tonton rame-rame dan dukung perfilman Indonesia..hehehe

Trailer sokola rimba

Vicky Cristina Barcelona

sj98j9zlHalo, sudah lama sekali saya gak update film, nah sekarang saatnya untuk Vicky Cristina Barcelona menceritakan kisahnya, diperankan oleh Rebecca Hall, Vicky berlibur bersama temannya Cristina, yang diperankan oleh Scarlett Johansson di Barcelona. Sebuah film drama yang menampilkan penampilan dari banyak actor dan aktris yang memukau. Sebut saja, Javier Bardem, Penélope Cruz, Kevin Dunn, Patricia Clarkson. Nama yang sudah beken ini menjadikan kekuatan tersendiri untuk film ini. Nah, daripada bertele-tele mengenalkan orang yang sudah terkenal, kita langsung saja ke sinopsisnya..ini dia.
Barcelona, salah satu kota di Spanyol ini mampu menjadi tujuan liburan Vicky dan Cristina. Keduanya memiliki cara berpikir yang sangat berbeda, Vicky lebih realistis sedangkan Cristina tampak tidak teratur, walaupun ia menganggapnya teratur. Liburan mereka yang semula biasa saja menjadi berbeda ketika mereka bertemu dengan Juan Antonio, yang diperankan oleh Bardem – di sebuah restoran dan Juan Antonio langsung dengan gamblang menyatakan ingin tidur dengan mereka, Juan Antonio begitu hidup di dalam seni. Ia adalah seseorang yang begitu attraktif dan menghibur. Juan mengajak mereka untuk berlibur ke Oviedo namun Vicky berusaha untuk menolaknya. Akhirnya karena Cristina tertarik dengan rayuan Juan mereka pun melakukan perjalanan ke Oviedo.
Di Oviedo, Vicky terus berusaha untuk melindungi Cristina dari rayuan-rayuan Juan. Tetapi, semua menjadi berubah ketika Cristina jatuh sakit. Hal ini membuat hanya Juan dan Vicky yang menikmati pemandangan Oviedo, sekaligus bertemu dengan Ayah Juan yang penyendiri. Pandangan Vicky tentang Juan mulai berubah, ketertarikan mulai timbul pada Vicky namun ia masih sadar bahwa sebentar lagi Ia akan segera menikah dengan Doug, yang diperankan oleh Chris Messina. Vicky menyimpan dalam hati perasaannya tanpa mampu mengungkapkannya karena jika dia mengungkapkannya dapat membuat situasi menjadi semakin runyam. Tanpa disangka oleh vicky Doug menyusul Vicky ke Barcelona untuk melangsungkan pernikahan mereka disana. Sedangkan Cristina bersama Juan Antonio memutuskan untuk tinggal bersama, keduanya pun menjalin cinta dan melepaskan hasrat mereka berdua.
Suatu hari mantan istri Juan, Elena yang diperankan oleh Penelope Cruz mendatangi Juan dan dengan alasan tertentu tinggalah Maria Elena bersama Cristina dan Juan. Maria Elena adalah seseorang yang lebih jenius, dan gila dalam seni, serta menjadi sosok inspirasi bagi Juan. Cristina merasa terganggu dengan kehadiran Elena, namun suatu hari Cristina dan Elena menemukan kecocokan diantara mereka, hingga akhirnya mereka bisa hidup harmonis bertiga. Elena mampu menjadi instruktur fotografi bagi Cristina, sebab Cristina memiliki bakat terhadap fotografi dan merekapun menjadi pecinta. Juan dan Elena sebenarnya tidak pernah akur, sehingga menyebabkan mereka bercerai, namun kehardiran cristina dapa memberikan keharmonisan ditengah-tengah mereka. Namun lama kelamaan, Cristina merasa lelah dan Ia menginginkan sesuatu yang lain, Ia memutuskan untuk meninggalkan keduanya. Alhasil, setelah Cristina pergi, Juan dan Elena menjadi seperti dulu lagi, dan Elena pun juga pergi.
Kembali menceritakan Vicky yang sudah menikah dengan  Doug namun masih menyimpan perasaan terhadap Juan. Vicky memberanikan diri untuk bercerita kepada Judy bibinya yang diperankan oleh Patricia Clarkson. Suatu kali Vicky bertemu kembali dengan Juan dan dia diajak ke kediaman Juan, disana mereka melepaskan persaan mereka sampai akhirnya Elena kembali datang dengan pistol dan hampir membunuh Vicky, setelah kejadian itu Vicky pun pergi.  Akhirnya, Cristina memutuskan untuk pergi ke Perancis, dan Vicky bersama suaminya, Doug, kembali membangun rumah tangga mereka di Amerika.
Film ini terasa penuh dengan narasi. Narasi selalu digunakan Allen dalam film ini sebagai alat untuk memulai sebuah adegan. Film ini menyuguhkan sesuatu yang membuat kita merasa “kok bisa, ya?!”. Film ini bukanlah sebuah film percintaan yang seperti biasanya. Sebab ini adalah sebuah drama yang sedikit menjurus ke film seni.
Para pemeran juga dapat memberikan acting yang bagus, terutama Penelope Cruz, Ia dapat membuktikan bahwa dia adalah aktris yang mempunyai gaya peran yang kuat. Karakter yang ia mainkan begitu kuat dalam film ini, sehingga kita masih terbayang-bayang setelah menonton film ini. Film ini menggunakan 2 bahasa, dan cukup pintar dalam penempatan perbincangannya sehingga film ini terasa natural. Sountrack film inipun enak untuk dinikmati, iringan gitar klasik ala Barcelona memang sangat membantu untuk membentuk suasana film ini.
Namun, daripada judul Vicky, saya lebih cocok menggunakan judul Cristina karena menurut saya inti cerita adalah di kehidupan Cristina ketika mereka hidup bertiga bersama Juan dan Elena. Vicky tampil sebagai bintang utama hanya di awal-awal film dan akhir film.
Film tahun 2008, yang merupakan salah satu official selection untuk Cannes, dibuat dan disutradarai oleh Woody Allen. Allen yang memang cukup dikenal dengan cerita, gaya narasi, dan penyutradaraan yang unik, untuk kesekian kalinya menawarkan sebuah kisah drama yang cukup baik.
Trailer Vicky Cristina Barcelona

Sinopsis The Shawsank Redemtion (1994)

Apa kabar, kali ini The Shawshank Redemption adalah film pilihan saya untuk di review, film tahun 1994 yang diadaptasi dari sebuah cerita pendek karya pengarang Stephen King ini memiliki daya tarik yang kuat yaitu kecerdikan tokohnya dalam menjalani hari-harinya sebagai napi.
Sinopsis
Kisahnya bermula, saat seorang bankir muda yang tengah naik karirnya, Andy Dufresne (Tim Robbins), divonis hukuman penjara dua kali seumur hidup oleh pengadilan. Lantaran berdasarkan bukti yang diketemukan, menunjukkan bahwa dia adalah pembunuh istrinya dan juga pria yang menjadi selingkuhannya. Kemudian dia dikirim ke penjara sadis bernama Shawshank Prison di bawah kepemimpinan Sipir Samuel Norton (Bon Gunton).
4lgdjih4Malam pertama di penjara, teman yang dibawa bersama dirinya tewas dihajar oleh penjaga keamanan. Semua berlanjut hingga menjadikan Andy seolah terisolasi, menjadi sangat pendiam. Baru sebulan setelah itu, dia mulai berkenalan dengan narapidana seumur hidup lainnya, Ellis “Red” Redding (Morgan Freeman). Red, seorang napi yang sudah puluhan kali dikabarkan akan menerima pembebasan, namun nyatanya hanyalah bualan saja dari petugas penjara, karena pembebasannya selalu "rejected" ditolak. Red memiliki keahlian dalam hal mengatur penyelundupan barang ke penjara. Dan dari sini lah, persahabatan dimulai setelah Red berhasil menyelundupkan barang yang diinginkan Andy, berupa palu kecil untuk menuruti kesukaan nya pada koleksi batu .
Di awal-awal, Andy menjadi bulan-bulanan napi homoseks. Hingga akhirnya, kepala napi tadi disiksa hingga tak bisa lagi berjalan. Belajar dari kecemerlangannya di masa dia menjadi bankir, Andy mulai mendapat kepercayaan dari penjaga penjara, Hadley, untuk meminimalisasi pembayaran pajak secara legal.
Kisahnya berlanjut dengan banyaknya penjaga penjara penjara lain yang meminta bantuan kepada Andy untuk menyelesaikan permasalahan finansialnya, termasuk Sipir Norton. Semua berjalan dengan amat baik, meski sesungguhnya, Andy pun memiliki rencana sendiri yang dirahasiakan kepada siapapun, kecuali Red.
Tak hanya itu, Andy mulai berulah dengan mencoba mengembangkan perpustakaan penjara bersama penjaga perpus tua bernama Brooke. Ulahnya terkadang membuatnya harus tinggal di lubang penjara yang amat menjijikkan.
Hingga suatu saat, ada seorang napi baru yang nampaknya mengerti fakta sesungguhnya dari pembunuhan yang dituduh kan kepada Andy. Konflik mulai terbentuk antara Andy dengan Norton. Andy pun sempat dipenjarakan di lubang selama 2 bulan.
Selepas keluar dari lubang, Andy menjadi cukup geram terhadap Norton. Namun sebagai orang yang berpendidikan, Andy memiliki cara yang lain untuk membalas apa yang terjadi pada dirinya. Sebuah rencana yang tak diketahui oleh siapapun. Hanya Red yang sempat diberi kan klue, tapi Red pun tak cukup mengetahuinya. Semua dijalankan andi dengan sangat rapi hingga akhirnya sebuah kegemparan besar terjadi di penjara. yang membuat Andy terbebas dan Sipir Borton bunuh diri.
yep, saya pikir menonton filmnya sendiri akan membuat cerita ini semakin menarik, karena jajaran pemeran yang memiliki kemampuan akting yang mumpuni dan gambaran lokasi penjara yang benar-benar bisa membuat kita membayangkan bagaimana keadaan disana.

Sinopsis Film The Terminal (2004)

Apa kabar, Film berikut ini akan sangat menghibur kita di tengah-tengah hiruk-pikuknya keadaan di sekitar kita. Film bergenre drama komedi dan cenderung satir yang diproduksi tahun 2004 ini terinspirasi oleh kisah nyata seorang pengungsi Iran, Mehran Karimi Nasseri yang tinggal di Bandar Udara Charles de Gaulle, dekat Paris sejak 1998 karena bukti pengungsinya dicuri. Meski disutradarai oleh spesialis film fiksi-ilmiah, Steven Spielberg, The Terminal tidak mengecewakan sebagai film drama.
Dibintangi oleh aktris Catherine Zeta-Jones dan aktor peraih Piala Oscar, Tom Hanks, film ini tidak bisa dilewatkan begitu saja, terutama bagi penggemar drama. Karakter Viktor Navorsky yang dibawakan Tom Hanks terlihat natural dan mengesankan. Dengan kepolosan dan kecanggungan Viktor, Tom Hanks seakan mengajak penonton untuk menertawakan tingkah laku manusia modern yang nampak semu dan penuh pura-pura.
SINOPSIS

Viktor Navorski (Tom Hanks), seorang warga negara Krakozhia tiba di Bandara Udara Internasional John F. Kennedy di New York City, kebetulan selama penerbangan pemerintahan negaranya digulingkan oleh pemberontak, menolak paspornya dan membiarkannya terperangkap. Hingga sembilan bulan berikutnya, Viktor terpaksa tinggal di bangunan terminal, karena tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di Amerika Serikat ataupun pulang. Pada mulanya, Viktor merasa bahwa keputusan tersebut sangat merugikan, karena durasi visanya yang tidak lama sedangkan usia ayahnya sudah diambang batas. Negosiasi dengan pihak imigrasi juga ditolak, membuat Viktor harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah terdampar di negara yang dianggap sebagai pusat demokrasi dunia. Kondisi tidak mengenakkan inilah yang mengawali alur cerita The Terminal menjadi lebih hangat. Tingkah polah Viktor mengisi waktu ‘terdampar’ membuat cerita film menjadi semakin menarik.
j6q6d8ohUntuk menunjang aktivitas kesehariannya, Viktor mengubah sudut gudang transit barang menjadi ruang pribadinya yang cukup untuk beristirahat dan berganti baju. Selama di bandara, dirinya mencoba melakukan kerja-kerja sederhana namun seringkali luput dari perhatian orang. Menjadi cleaning service dadakan juga pramusaji restoran fastfood dijalani tidak hanya untuk sepeser receh namun penuh dedikasi. Kepolosan Viktor dalam memandang suatu hal membuat dirinya dinilai unik menurut orang-orang di sekelilingnya.
Sering melakukan tindakan yang dianggap konyol membuat dirinya mudah dikenal oleh lingkungan sekitar gudang. Keunikan sosok Viktor inilah membuat seluruh karyawan dan pekerja di lingkungan bandara mudah mengenalnya, terutama sebagai sosok yang penuh dedikasi. Di samping dedikasi karakter Viktor juga mudah berkomunikasi yang memungkinkan dirinya akrab dengan siapa pun, tak terkecuali dengan pramugari cantik, Amelia Warren (Chaterine Zeta-Jones), sementara dirinya diawasi oleh Petugas Imigrasi Frank Dixon (Stanley Tucci), yang ingin "kasus Navorski" secepatnya berakhir.
Suatu hari, Viktor menerangkan kepada Amelia bahwa tujuan kunjungannya ke New York City adalah untuk mendapatkan sebuah otografi pemain saksofon tenor jazz Benny Golson. Ayahnya, yang telah meninggal, merupakan seorang penggemar jazz. Ia telah melihat foto "Great Day in Harlem" pada sebuah suratkabar Hungaria tahun 1958, dan bertekad mendapatkan otografi kesemua 57 musisi jazz yang ditampilkan di foto itu. 40 tahun berikutnya, ia mengoleksi otografi dari setiap musisi, kecuali satu orang: Benny Golson. Viktor ingin mengoleksi yang terkahir untuk memenuhi impian ayahnya tersebut.
Beberapa bulan kemudian, berita melaporkan bahwa perang di Krakozhia telah berakhir, tetapi Dixon masih tidak mengizinkan Viktor memasuki Amerika Serikat. Amelia memanggil 'temannya', yang sebenarnya seorang staf pemerintah yang telah menikah dengannya dan telah lama menjalani hubungan rahasia, untuk membantu Viktor memperoleh izin bepergian di AS, tetapi Viktor telah mengetahui bahwa Amelia memperbaiki persahabatannya dengan orang itu selama proses ini.
Untuk membuat masalah ini semakin rumit, Dixon menandatangani formulir pemberian hak menetap Viktor di Amerika Serikat, tetapi menolak, daripada mendeportasinya tanpa alasan. Dengan dukungan teman-temannya, Viktor diperbolehkan meninggalkan bandara. Sebelum Viktor menumpang taksi menuju Ramada Inn, 161 Lexington Avenue, di New York, dimana Benny Golson tampil, ia melihat Amelia keluar dari taksi lain sambil senyum kepadanya. Ia mendatangi acara tersebut dan mendapat otografi tersebut, yang akhirnya melengkapi koleksinya. Setelah itu, Viktor pulang dengan menumpang taksi, meminta sopir untuk mengantarkannya ke 'rumah'.
The Terminal trailer

Sinopsis dan Trailer A Beautiful Mind (2001)

Apa kabar, setelah lama tidak menulis review, rasanya kangen untuk menulis lagi. Nah, Film yang satu ini baru saya tonton kemarin, sebenarnya film lama tapi saya baru tahu kemarin. Film Based On True Story berjudul A Beautiful Mind ini merupakan film yang bisa membuat kita terbawa dalam filmnya sehingga kita bisa mersakan kebingungan yang dirasakan oleh pemeran utama. A Beautiful Mind mengisahkan seorang matematikawan John Nash peraih nobel dalam bidang ilmu ekonomi pada tahun 1994, yang diperankan sempurna oleh Russel Crowe. Film ini merupakan peraih Academy Award.
Sinopsis
Seorang matematikawan jenius tapi tak simpatik, alias apatis bersekolah di perguruan tinggi Princeton dengan mendapat beasiswa Carniege. Dia adalah mahasiswa yang unik, tidak menyukai perkuliahan dan suka mbolos, karena menurutnya itu hanya membuang waktu saja dan mengekang kreatifias seseorang, dan hanya membuat otak tumpul. Dia justru lebih suka belajar secara otodidak, memahami dan memecahkan dinamika pergerakan natural melalui pemikirannya sendiri yang sangat kreatif. John Nash lebih banyak meluangkan waktu di luar kelas demi mendapatkan ide asli untuk meraih gelar doktornya dan diterima di pusat penelitian bergengsi, Wheeler Defense Lab di MIT.
a-beautiful-mind1
Permasalahan muncul ketika tanpa disadarinya dia mengidap penyakit gangguan jiwa schizoprenia -suatu gangguan jiwa yang menyebabkan penderita tidak bisa membedakan mana yang halusinasi dan mana yang nyata. Sebenarnya penyakit ini sudah sejak dia dari princeton, tapi tambah parah ketika ia mengajar di MIT. Hidup Nash mulai berubah ketika ia diminta Pentagon memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara Soviet. Di sana, ia bertemu agen rahasia William Parcher. Dari agen rahasia ini, ia diberi pekerjaan sebai mata-mata. Pekerjaan barunya ini membuat Nash terobsesi sampai ia lupa waktu dan hidup di dunianya sendiri.
Istrinya tanpa henti berusaha untuk mengerti dan mencoba menyembuhkan John Nash dari halusinasinya tersebut. Dan kejadian-kejadian haru sekaligus seru berlangsung disini sampai akhirnya John Nash memantapkan diri untuk melanjutkan hidup.
Kasus John Nash ini adalah dia menganggap/berhalusinasi dirinya terlibat dalam konspirasi militer tingkat tinggi . Film ini juga memberi kita pesan bahwa kekuatan sebuah cinta mengalahkan apapun. Kesabaran dari seorang istri sehingga Nash mampu bangkit dan meraih nobel di tahun 1994.
Karakter-karakter yang ditampilkan dalam film ini begitu kuat, dengan gaya penceritaan yang baik dan para pemeran yang profesional menjadikan film ini begitu hidup dan nyata. Tak dipungkiri memang ada beberapa kejanggalan yang terjadi ketika Nash berhadapan dengan tokoh imajinasinya, tetapi itu tidak mengurangi kapasitas cerita dan kapasitas para pemain dalam film ini.

Sinopsis film Cloud Atlas (2012)

Apa kabar,
kali ini saya akan memberikan review Cloud Atlas yang menurut saya sangat mengagumkan bagaimana film ini berjalan, sebenarnya film ini sudah dirilis tahun 2012 kemarin tapi baru muncul di bioskop indonesia tahun ini, 2013. Cloud Atlas adalah 6 film yang dijadikan satu, dengan menggandeng sederet nama artis besar seperti Tom Hanks, Halle Berry, Hugo Weaving, Jim Broadbent, Jim Sturgess, Susan Sarandon, dan Hugh Grant. Film dengan durasi hampir 3 jam ini memang memiliki 6 cerita yang sama sekali berbeda namun memiliki hubungan satu dengan yang lain, dengan sutradara Tom Tykwer (“Run Lola Run”, ”Parfume”), Lana Wachowski & Andy Wachowski (“The Matrix Trilogy”) crita film ini dibawa dengan “indah” sehingga tidak membosankan, dan kamu bisa membayangkan kan bagaimana kira-kira gaya penyutradaraan film ini?
Mungkin sebagian dari kamu nanti bakal merasa kebingungan dengan alur cerita yang dipecah-pecah dan transisi babak yang liar dari satu kisah ke kisah lainnya. Cloud Atlas ini memang terkesan berat, susah dipahami namun babak-babak dalam Cloud Atlas ditata dengan cukup apik, tempo dari masing-masing kisah dibuat sejalan hingga mencapai klimaks, jadi kamu disajikan 6 klimaks yang seru dari 6 kisah dengan goal yang berbeda-beda. Cloud Atlas memang film yang berbeda!
Selain itu, para aktor dalam film ini memerankan karakter ganda yang berbeda-beda di setiap kisah. untuk lebih jelasnya silahkan simak sinopsis berikut.
Cloud Atlas bermula dari kisah Adam Ewing (Jim Sturgess)  yang hidup di zaman perbudakan kulit hitam. Adam membawa bersamanya sekotak besar emas yang menjadi incaran oleh Dr. Henry Goose (Tom Hanks). Berpura-pura mengobati Adam yang katanya diserang cacing polinesia, Henry sebenarnya sedang meracuni Adam tanpa sepengetahuannya. Adam menumbuhkan rasa simpati terhadap budak kulit hitam bernama Autua (David Gyasi) dan ketika Autua turut menumpang secara diam-diam di kapal yang akan membawa Adam kembali ke kotanya, Adam membantu Autua untuk membuktikan dirinya terhadap Kapten Kapal dan akhirnya Autua pun diterima sebagai awak kapal. Sementara itu kesehatan Adam semakin memburuk. Autua membantu Adam dengan menghentikan rencana picik Henry dan membuat Adam dapat berkumpul kembali dengan istrinya, Tilda (Doona Bae).
mqdbqnd4
Adam Ewing menuliskan kisah perjalanannya ke dalam sebuah buku “The Pacific Journal of Adam Ewing” yang dibaca dan dikagumi oleh seorang bernama Robert Frobisher (Ben Wishaw). Robert adalah seorang homoseksual yang memiliki bakat menggubah lagu. Ia menjalin hubungan romantis dengan Rufus Sixsmith (James D’Arcy). Untuk mengejar impiannya menjadi penggubah lagu yang diakui, Robert bekerja sebagai asisten komposer ternama Vyvyan Ayrs (Jim Broadbent) yang sayangnya memiliki karakter yang buruk, dan memiliki seorang istri muda bernama Jocasta (Halle Berry). Robert selalu berkirim surat dengan Sixsmith, mengabari kekasihnya tentang perjuangannya menjadi komposer. Setelah menciptakan melodi terindah berjudul Cloud Atlas Sextet, Robert pun berniat untuk berhenti sebagai asisten dan mengejar karirnya sendiri. Namun Vyvyan berniat untuk mencuri karya Robert dan mengancam untuk menghancurkan reputasi Robert bahkan sebelum ia mulai memetik karir. Robert akhirnya terpaksa membunuh Vyvyan dan melarikan diri. Lelah hidup sebagai buron, Robert pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan kepada Sixsmith yang sangat dicintainya. Kita bahkan disajikan momen romantis yang menyedihkan di mana Sixsmith mencari Robert namun Robert bersembunyi darinya karena hatinya terlalu sedih untuk berpisah dengan cinta sejatinya.
Bertahun-tahun kemudian, Sixsmith telah menjadi tua dan bergelar sebagai Dr. Sixsmith. Dalam suatu kesempatan ia berkenalan dengan jurnalis bernama Luisa Rey (Halle Berry), putri dari jurnalis ternama Lester Rey (David Gyasi), yang entah bagaimana memiliki tanda lahir berbentuk komet yang persis sama dengan Robert Frobisher. Sixsmith terlibat dalam suatu rencana picik yang diprakarsai oleh pria bernama Lloyd Hooks (Hugh Grant) yang berkaitan dengan minyak dan teknologi nuklir. Hooks memerintahkan Bill Smoke (Hugo Weaving) untuk membunuh Sixsmith. Luisa Rey memutuskan untuk menyelidiki kasus kematian Sixsmith. Luisa menemukan surat-surat Frobisher kepada Sixsmith dan menelaahnya. Membaca surat-surat tersebut membawa Luisa ke sebuah toko piringan hitam di mana ia mendapatkan piringan musik Cloud Atlas Sextet dan ia merasa bahwa ia sudah pernah mendengar melodi tersebut sebelumnya, sebuah deja-vu yang aneh. Iapun kemudian menyelidiki perusahaan teknologi nuklir Swanekke milik Lloyd dan berkenalan dengan Isaac (Tom Hanks) yang membantunya mengungkap kejahatan Lloyd. Sayangnya Isaac dibunuh oleh Bill Smoke. Luisa juga nyaris terbunuh oleh Bill namun berhasil menyelamatkan diri dan dibantu oleh Javier, teman satu apartemennya. Seorang bawahan Lloyd yang juga ingin menegakkan kebenaran, bernama Joe Napier (Keith David), membantu Luisa mengalahkan Bill Smoke dan menegakkan hukum atas Lloyd Hooks.
Kisah berlanjut pada Timothy Cavendish (Jim Broadbent) yang hidup di tahun 2012, seorang penerbit buku yang ditahan di sebuah rumah jompo bernama Rumah Aurora oleh akal bulus saudaranya, Denholme (Hugh Grant). Timothy adalah pembaca dari buku biografi Luisa Rey berjudul The Half Lives of Luisa Rey yang dituliskan oleh Javier. Di Rumah Aurora, Timothy bersama “komplotan kakek-nenek” berkonspirasi untuk melarikan diri dari kurungan Rumah Aurora dan dari Suster Noakes (Hugo Weaving) yang beringas. Tim kemudian menuangkan kisahnya menjadi sebuah film berjudul “The Ghastly Ordeal of Tim Cavendish”, dengan Tom Hanks berperan sebagai aktor yang memainkan Tim.
Monolog Tim dalam film ini, “Aku menolak untuk dianiaya” menjadi inspirasi bagi karakter Sonmi-451 (Doona Bae) bertahun-tahun kemudian di sebuah tempat bernama Neo Seoul, tahun 2144. Sonmi-451 adalah salah satu hasil cloning yang di dimensi ini disebut sebagai Fabricant yang dipekerjakan di sebuah restoran masa depan bernama Papa Song bersama fabricant-fabricant lainnya dibawahi oleh Seer Rhee (Hugh Grant). Sonmi-451 bertemu dengan Hae Joo Chang (Jim Sturgess) yang membebaskannya dari perbudakan dengan membunuh Seer Rhee kemudian mengajak Sonmi-451 bergabung dengan gerakan revolusi di Seoul Lama yang bertujuan untuk menghapuskan sistem perbudakan Fabricant. Dengan pimpinan Jendral Apis (Keith David) Sonmi-451 “mengumandangkan deklamasi kemerdekaannya” tentang kemanusiaan dan persamaan hak Fabricant dengan Purebred. Sayangnya gerakan revolusi ini dikalahkan oleh pasukan kaum Purebred yang dipimpin oleh Mephi (Hugo Weaving). Sonmi ditangkap dan diinterogasi oleh Juru Arsip (James D’Arcy) sebelum akhirnya dihukum mati.
Beratus-ratus musim dingin setelah Deklamasi Sonmi, peradaban manusia mengalami kejatuhan yang diakibatkan oleh ketamakan manusia itu sendiri. Peradaban kembali ke zaman primitif, dan Sonmi diabadikan sebagai Dewi bagi para manusia yang tersisa yang menghuni sebuah dunia bernama Valley. Adalah seorang penduduk Valley bernama Zachry (Tom Hanks) yang selalu mendengar bisikan iblis dalam hatinya, yang disebutnya Georgie Tua (Hugo Weaving). Penduduk Dunia Prescient, sebuah dunia yang jauh lebih maju dibandingkan Valley, bernama Meronym  (Halle Berry) sering datang berkunjung ke Valley, dan kali ini ia meminta tolong kepada Zachry untuk mengantarnya ke Mouna Sol, sebuah gunung di kawasan yang dikuasai oleh suku Kona, suku kanibal yang suka menyerang dan memangsa penduduk Valley. Meronym perlu mengunjungi Mouna Sol, di mana ia percaya akan menemukan solusi bagi masalah kepunahan yang dihadapi oleh penduduk Prescient. Di sana, Meronym mengirimkan sinyal SOS dengan harapan penduduk dunia lain akan mendengar dan bersedia untuk membantu. Namun setelah menolong Meronym dan kembali ke Valley, Zachry menemukan desanya telah diserang oleh suku Kona, dan hanya Catkin, keponakannya, yang tersisa. Zahcry pun menuntut balas dengan membunuh pemimpin suku Kona (Hugh Grant). Selanjutnya, Zachry dan Catkin ikut bersama Meronym dan bangsa Prescient yang mencari dunia baru untuk ditinggali.
Alur cerita dalam Cloud Atlas tentu saja tidak se-sederhana seperti yang saya tulis di atas, tapi dalam bentuk yang lebih kompleks. Meski begitu, kalau kamu tidak menyerah untuk menikmati film ini sampai habis maka kamu pasti akan bisa menemukan benang merah dari masing-masing kisah dan mulai memahami arah dari penceritaan Cloud Atlas sambil mengangguk-angguk.
Keunggulan dari Cloud Atlas jelas terletak pada akting luar biasa dari para aktor dan aktrisnya. Hugo Weaving berperan di setiap kisah yang berbeda-beda, beliau membawakan perannya dengan brilian terutama saat memerankan Georgie Tua yang menyeramkan, atau saat memerankan Suster Noakes yang ditakuti oleh Timothy Cavendish. (Dalam kisah Timothy Cavendish, banyak sekali momen-momen lucu yang bisa membuat kamu tertawa terpingkal-pingkal!). Kisah cinta antara Frobisher dan Sixsmith juga menciptakan momen haru tersendiri. Aksi heroik Hae Joo dan kisah romansanya dengan Sonmi-451 juga dijamin menarik dan dibumbui dengan aksi tembak-menembak dan perlawanan revolusi yang seru! Tom Hanks dan Halle Berry, seperti biasa membawakan akting yang patut diacungi jempol! Pokoknya bisa dikatakan dari segi akting dan kasting, Cloud Atlas ini masuk kategori sukses! Selain itu dari segi visual, film ini juga tidak mengecewakan. Tata kota Neo Seoul disajikan dengan apik, begitu juga dengan aksi tembak-menembaknya.
Kesimpulannya setelah menonton Cloud Atlas, sebuah film yang lain dari biasanya, menghibur dengan kisah-kisah individual yang ternyata memiliki benang merah dan wajah-wajah familiar dari artis-artis ternama yang berseliweran dari satu dimensi ke dimensi lainnya. Bagi yang tidak terbiasa berpikir keras saat menonton film, mungkin tidak akan menyukai Cloud Atlas. Bagi yang suka cerita yang unik yang disampaikan dengan cerdas akan menemukan Cloud Atlas sebagai film yang memuaskan dan akan menjadi bahan pembicaraan.
Cloud Atlas movie trailer

Sinopsis & Trailer Film Not One Less (1998)

Apa kabar, kemarin ketika saya mulai kehabisan film untuk ditonton karna belum ‘shoping’, saya dikasih teman sebuah film yang menurut saya sangat inspiratif. Judulnya “Not One Less”, sebuah film dari negri Cina yang dibuat tahun 1998 berdasarkan skenario yang ditulis oleh novelis Cina Shi Xiangsheng. Not One Less bercerita tentang kehidupan masyarakat Cina lapisan bawah, khususnya di sebuah sekolah miskin.
SINOPSIS
Not One Less menceritakan tentang seorang gadis, Wei Minzhi (Wei Minzhi) berusia 13 tahun yang menjadi guru pengganti pada sebuah sekolah dasar di satu desa terpencil di Provinsi Heibei. Wei Minzhi menggantikan guru Gao yang harus merawat ibunya yang sakit di kota selama satu bulan. Dengan kondisi sekolah yang serba minim (gedung reyot, bangku-bangku yang rusak, kapur tulis yang sangat terbatas jumlahnya), kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. Wei Minzhi yang berasal dari keluarga miskin berharap akan mendapat upah sebesar 50 yuan plus 10 yuan sebagai upah tambahan jika ia mengajar dengan baik selama guru Gao pergi dan "tidak kurang satu anakpun" sampai Gao kembali. Jumlah murid seluruhnya ada 28 dari yang semula 40 orang pada awal tahun pelajaran. Satu persatu para murid tersebut pergi meninggalkan bangku sekolah mereka untuk bekerja di kota. Pada saat Wei mengajar, kembali hal itu terjadi. Salah seorang murid ternakal, Zhang Huike (Zhang Huike), pada suatu hari tidak masuk sekolah. Huike pergi mencari kerja di kota agar bisa mendapat uang demi membayar utang ibunya yang sedang sakit. Wei bertekad mencari dan membawa kembali Huike ke sekolah mereka.
ytv7dime
Maka dimulailah perjalanan guru muda itu menemukan muridnya di kota. Dengan berjalan kaki karena tidak punya cukup uang untuk membeli tiket bus, ia pun sampai di kota. Berbekal sebuah alamat di amplop surat dari ibu Huike, Wei tanpa putus asa terus berusaha menemukan muridnya yang 'hilang' itu. Namun tidaklah mudah menemukan seorang anak lelaki berusia 11 tahun di tengah-tengah kota tanpa informasi yang memadai tentangnya. Berbagai cara dilakukan oleh Wei tanpa kenal lelah hingga sampailah ia pada sebuah stasiun televisi dan memberanikan diri bertemu dengan sang manajer. Dengan kebaikan hati si manajer tv, maka lalu upaya pencarian Huike disiarkan oleh stasiun tv tersebut. Melalui siaran tv itulah akhirnya Huike berhasil ditemukan. Bukan itu saja, kisah Wei dan murid-muridnya yang miskin telah mengundang simpati para penonton. Dari situ terkumpullah dana dari para donatur untuk perbaikan gedung sekolah tempat Wei mengajar.
Film ini menunjukan bagaimana kegigihan seseorang untuk menjalankan tanggungjawabnya, dan menunjukan bahwa masih banyak kehidupan diluar yang kita sadari yang perlu untuk diperhatikan. Dengan peran yang luarbiasa dari Wei Minzhi sebagai guru pengganti, film ini terasa sangat hidup dan nyata.
Film ini sederhana, namun memiliki rasa yang istimewa. Seluruh karakter di film ini diperankan oleh para "amatir". Mereka bukanlah para aktor dan aktris. Setiap pemain memerankan "dirinya sendiri". Misalnya, sang kepala sekolah Tian (Tian Zhenda) dalam kehidupan sebenarnya memang berprofesi sebagai kepala sekolah. Sehingga suguhan yang ditampilkan menjadi enak untuk diikuti, tentu ini adalah hasil sebuah kerja profesional dari seorang Yimou sehingga film ini menjelma dengan amat bersahaja dan apa adanya.
Not One Less Movie Trailer

Sinopsis & Trailer film Premium Rush (2012)

Apa kabar, Review dan sinopsis kali ini datang dari aktor kita Joseph Gordon-Levitt. Joseph Gordon-Levitt yang berperan lebih baik dari waktu ke waktu memang patut di acungi jempol, dia dapat mendalami perannya dengan mengaggumkan. Sebagai contohnya adalah perannya di film Premium Rush (2012), Joseph Gordon-Levitt berperan sebagai Wilee, seorang pria yang bekerja sebagai kurir di kota New York, Amerika Serikat. Wilee adalah mahasiswa hukum yang lebih memilih untuk keluar dari universitas karena dia benci berpakaian rapi dan bekerja sepanjang hari di kantor. Wilee adalah pemuda yang bebas –Ini menurut anggapan Wilee, sehingga sepeda kayuh yang dia pakai tidak ber-rem. Ia berpendapat kehadiran rem di sebuah sepeda adalah lemah dan menghalangi kebebasannya. What!!
Sinopsis
Suatu hari Wilee menerima tugas untuk mengambil sebuah antaran paket dari Nima (Jamie Chung) – yang juga merupakan teman sekamar dari mantan kekasih Wilee, Vanessa (Dania Ramirez). Awalnya, tugas tersebut berjalan seperti tugas pengantaran barang biasa lainnya. Namun, masalah mulai hadir ketika seorang polisi bernama Bobby Monday (Michael Shannon) datang dan meminta Wilee untuk menyerahkan paket yang ia bawa kepada dirinya. Jelas saja, karena sesuai dengan kode etik tugasnya bahwa barang yang telah ia pegang harus sampai kepada alamat yang dituju dalam waktu yang dikehendaki sang klien, Wilee menolak permintaan Bobby. Sebuah penolakan yang kemudian berakhir dengan rentetan penderitaan dan teror yang harus dihadapi Wilee sepanjang hari.
premium-rushPremium Rush disutradarai oleh David Koepp (Ghost Town, 2008), Premium Rush menghadirkan sisi penceritaan yang pasti akan menarik bagi para penggila sepeda Fixie, karena di film ini hampir keseluruhan scene menampilkan aksi sepeda fixie yang dikendarai Joseph Gordon-Levitt. Alur ceritapun enak untuk diikuti, ringan tapi tidak menimbulkan kesan murah, karena didukung oleh para pemeran yang berperan maksimal. Unsur komedi ditampilkan dengan porsi yang pas sehingga menambah daya tarik untuk mengikuti film ini sampai akhir. Ada yang menarik  dari pemeran karakter antagonis di film ini, jika berada dalam tangan aktor lain, Bobby Monday mungkin akan terlihat sebagai karakter polisi yang bodoh dan terus menerus tertimpa masalah yang jelas hanya hadir untuk nantinya dikalahkan oleh karakter protagonis utama tanpa mampu memberikan perlawanan apapun. Untungnya, Michael Shannon melakukan tugas yang begitu luar biasa dalam memerankan Bobby Monday. Karakter yang begitu dangkal dan terlihat bodoh tersebut berubah menjadi sosok polisi dengan jalan pemikiran yang gila serta mampu berbuat apa saja demi mendapatkan apa yang ia inginkan.
Perhatian paling utama di Premium Rush pasti datang dari penampilan Joseph Gordon-Levitt – seorang aktor muda berbakat yang akhir-akhir ini jelas telah membuktikan bahwa dirinya telah menjadi salah satu aktor dengan kemampuan akting paling dapat diandalkan di Hollywood. Gordon-Levitt berhasil membuat karakter Wilee yang ia perankan menjadi sosok yang benar-benar berkarakter, Wilee jelas hanya tergambar sebagai sosok pemuda berjiwa bebas yang ingin hidup berjalan sesuai dengan keinginannya. Namun, dalam akting Gordon-Levitt, karakter Wilee mampu menjadi sesosok dengan cara pandang hidup yang lebih dalam. Kharisma membumi Gordon-Levitt juga membuat karakter Wilee menjadi jauh dari kesan egois yang sebenarnya dapat muncul akibat jalan pemikirannya tersebut.
Pemeran pendukung dalam jalan cerita Premium Rush juga berhasil menambah penampilan apik film ini. Nama-nama seperti Dania Ramirez, Wolé Parks dan Jamie Chung berhasil memberikan kontribusi yang menarik lewat karakter yang mereka perankan. Tata produksi film yang mulus – sesi interaktif yang memanfaatkan teknologi Google Earth dan Google Maps dalam film ini berhasil dijadikan sebuah pemandangan yang sangat, sangat menarik – seperti dari tata visual, special effect dan tata musik juga mampu mendukung Premium Rush menjadi sebuah film drama aksi ringan yang begitu mudah untuk dinikmati dalam perjalanan 91 menit durasi penceritaannya.
Premium Rush (2012) movie trailer

Sinopsis Film Due Date (2010)

Apa kabar, Sutradara Todd Phillips yang menggarap The Hangover (2009) merilis Due Date (2010), sebuah film komedi yang bertemakan road trip dengan Robert Downey, Jr. dan Zach Galifianakis sebagai karakter utamanya. Todd Phillips bukanlah seorang sutradara yang selalu konsisten dalam menghantarkan kualitas filmnya ini terlihat dari Film-Film yang pernah ia garap. Banyak yang berhasil meraih pujian baik dari kritikus film maupun penonton, namun tidak sedikit pula yang berakhir sebagai sebuah kekecewaan. Sayangnya, Due Date bukanlah sebuah film yang akan dianggap sebagai bagian dari momen terbaik karir penyutradaraan Todd Phillips.
Due Date sebenarnya telah memiliki dua bintang yang sepertinya memiliki berbagai hal yang diperlukan untuk membuat sebuah film komedi menjadi sebuah tontonan yang menghibur, lucu dan menyegarkan. Kesalahan sepenuhnya memang tidak dapat diembankan pada Robert Downey, Jr. dan Zach Galifianakis karena memang dengan naskah cerita yang cenderung lemah dan terdengar terlalu familiar seperti yang dimiliki Due Date, rasanya seorang aktor dengan kapasitas komedi terbaik pun masih belum akan mampu menghantarkannya dengan baik.
SINOPSIS
MV5BMTU5MTgxODM3Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwMjMxNDEwNA@@._V1_SX214_Hari itu Peter Highman (Robert Downey, Jr.) hanya ingin pulang ke Los Angeles untuk menghadiri kelahiran anak pertamanya, namun keinginan yang seharusnya mudah dan lancar untuk sampai di tujuan menjadi kacau balau saat ia bertemu Ethan Tremblay (Zach Galifianakis), seorang Aktor yang juga bertujuan ke Los Angeles dengan membawa abu sang ayah yang baru saja meninggal dunia, berbeda dengan Peter yang tenang, Ethan adalah seorang pria yang banyak bicara dan cenderung sering melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitarnya. Dan Peter akan segera menjadi salah satu dari orang-orang tersebut. Insiden pertama Peter di sangka teroris saat pesawat akan lepas landas hanya karena kesalah pahaman, spontan saja penerbangannya di batalkan dan Peterpun masuk dalam daftar larangan terbang, sementara itu barang barangnya termasuk dompet Peter tertinggal di pesawat.
Tanpa uang ia tidak bisa ke pulang ke Los Angeles, ia pun dengan sangat terpaksa melalui jalan darat dengan Ethan yang juga ikut di usir dari pesawat. Peter dan Ethan merupakan dua orang yang sedang mempunyai tujuan yang sama namun bersikap saling berlawanan, Peter yang selalu bersikap tenang namun kadang – kadang marah lalu si Ethan sang Aktor wanabe pembawa masalah selalu bersikap menggangu . Selama perjalanan, mereka berhadapan dengan berbagai masalah, mulai dari kehabisan uang, kecelakaan mobil, sampai di tangkap polisi Meksiko.
Tidak ada yang istimewa dalam Due Date. Kisah perjalanan Peter dan Ethan memang beberapa kali berhasil memberikan hiburan ketika mereka dikisahkan saling beradu mulut atau memiliki sikap yang berlawanan ketika menghadapi satu masalah. Sayangnya, unsur hiburan yang diberikan oleh Due Date hanya berhenti di titik tersebut, dengan tidak memberikan apapun lagi kepada para penontonnya.
Dari sisi pemeran, penampilan kedua aktor utama sama sekali tidak mengecewakan. Walau begitu, butuh beberapa saat untuk menghadirkan chemistry yang tepat antara keduanya. Selain Robert Downey, Jr.  dan Zach Galifianakis, beberapa wajah familiar seperti Jamie Foxx tampil sebagai pemeran pendukung dan cameo di sepanjang jalan cerita. Sayangnya, bagi mereka yang mengharapkan penampilan yang mampu mencuri perhatian besar seperti Ken Jeong di The Hangover, mereka sepertinya tidak akan mendapatkannya lewat Due Date akibat naskah yang sepertinya membatasi penampilan mereka.
Mereka yang memiliki ekspektasi besar kepada Due Date karena kesuksesan The Hangover dan dua nama aktor yang berada di barisan depan pemeran film ini sepertinya tidak akan mendapatkan sesuatu yang cukup memuaskan dari film ini. Robert Downey, Jr. dan Zach Galifianakis memang tampil maksimal, berhasil memberikan tawa dan hiburan pada beberapa adegan. Namun naskah yang lemah, dan kurangnya dukungan lelucon-lelucon segar yang dihadirkan, membuat Due Date menjadi bukanlah sebuah tontonan yang istimewa. Cukup menghibur, namun sama sekali tidak istimewa.

Due Date Trailer

Sumber : Berbagai Sumber



Sinopsis 9 Summers 10 Autumns (2013)

Apa kabar, 9 Summers 10 Autumns telah hadir di bioskop indonesia. Bagaimana film ini? Apakah semenarik film-film Indonesia pendahulunya? Sebuah film dengan penceritaan mengenai kisah perjalanan seseorang dalam mencapai kesuksesan ini sudah sering diangkat dan memang cukup mudah menarik minat penonton Indonesia. Apalagi, jika kisah tersebut diangkat dari kisah nyata yang memiliki daya emosional yang kuat dan digarap dengan bagus, karena banyak diantara film sejenis yang terkesan terlalu memaksakan inspirasi dan kisah yang menyentuh ke penontonnya.
SINOPSIS
Diadaptasi dari novel berjudul sama yang diangkat dari perjalanan hidup penulisnya sendiri, Iwan Setyawan, yang berkat kegigihannya, mampu menembus batas mimpi dan sukses menjadi direktur sebuah perusahaan ternama di New York, Amerika Serikat. Berlatar belakang cerita di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, 9 Summers 10 Autumns bercerita mengenai kehidupan seorang pemuda bernama Iwan Setyawan (Ihsan Tarore) yang merupakan anak lelaki satu-satunya dari lima anak yang dimiliki oleh pasangan Bapak (Alex Komang) dan Ibuk (Dewi Irawan). Terlahir dari keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi yang cenderung serba kekurangan, Iwan dan saudara-saudaranya semenjak kecil telah membiasakan diri untuk hidup secara sederhana. Walau begitu, Bapak dan Ibuk selalu menanamkan arti pentingnya memiliki pendidikan kepada tiap anaknya karena mereka percaya bahwa ilmu dan pengetahuanlah yang akan membawa anak-anak mereka ke jenjang kehidupan yang lebih baik dari mereka.
136326837576012_300x432Prinsip itulah yang kemudian tertanam dalam pada diri Iwan. Dalam kesehariannya, Iwan terus bergiat diri dalam menuntut ilmu. Dan dengan kecerdasannya, Iwan kemudian berhasil meraih bangku kuliah tanpa harus mengikuti ujian masuk. Berbagai tantangan yang berhasil ia taklukkan, baik dalam kehidupan maupun pendidikannya, telah menempa Iwan menjadi sosok yang lebih kuat dan optimis dalam memandang masa depannya. Dan secara perlahan, kerja keras yang selama ini ia lakukan mulai membuahkan sukses. Sebuah kesuksesan yang bahkan mampu melebihi impian masa kecilnya untuk dapat memiliki sebuah kamar tidur sendiri di rumahnya.
Beda 9 Summers 10 Autumns dari  film drama bertema sama adalah film ini memiliki kisah yang luas dan tidak melulu berkonsentrasi pada karakter utama yang berusaha untuk meraih mimpi maupun memperbaiki kehidupannya. Naskah cerita film ini ditulis oleh Ifa Isfansyah, Fajar Nugros dan Iwan Setyawan sendiri, 9 Summers 10 Autumns justru memberikan keluarga Iwan porsi penceritaan yang cukup besar dimana digambarkan keluarga adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pribadi karakter Iwan dan merekalah yang menjadi pemicu dirinya untuk berusaha untuk melakukan berbagai hal terbaik untuk kehidupannya. Sutradara Ifa Isfansyah mampu dengan baik mengeksplorasi naik turunnya hubungan yang terjadi antara karakter Iwan dengan keluarganya. Hasilnya, walaupun konfik dalam film ini belum bisa dikatakan sebagai yang istimewa, 9 Summers 10 Autumns telah mampu tampil memukau dan menarik minat penonton dalam penceritaannya.
Ifa berhasil memberikan detil yang dibutuhkan 9 Summers 10 Autumns ini sehingga film ini terkesan lugas, tidak dipaksakan. Ini adalah (mungkin) kebiasaan Ifa dalam menggarap sebuah film dengan kualitas seperti ini, lihat saja film Sang Penari (2011) yang kualitasnya masih sulit untuk ditandingi sampai saat ini. Ifa, dengan dukungan talenta akting dan produksi yang ia miliki, mampu memberikan arahan yang tepat kepada setiap jajaran pemeran filmnya untuk memberikan penampilan yang meyakinkan. Begitu pula dengan kualitas tata produksi, mulai dari tata musik, sinematografi hingga desain produksi, yang terancang demikian rapi dan tampil saling berpadu kuat dalam mengisi atmosfer emosional presentasi cerita.
Berbicara mengenai penampilan para pemeran, 9 Summers 10 Autumns berhasil hadir dengan kualitas akting yang begitu memukau dari setiap pemerannya. Sebagai karakter Iwan Setyawan, Ihsan Tarore mampu menghidupkan karakter yang ia perankan dengan begitu meyakinkan – mulai dari cara berucap, gerak tubuh hingga selera fashion karakter tersebut. Alex Komang dan Dewi Irawan hadir dalam dua karakter yang saling bertolak belakang satu sama lain namun jelas terlihat sama-sama tak terpisahkan. Kerasnya karakter Bapak yang diperankan Alex Komang serta kelembutan karakter Ibu yang dihadirkan Dewi Irawan mampu terefleksi dengan baik pada diri karakter Iwan Setyawan berkat ‘hubungan’ yang terjalin meyakinkan antara ketiga aktor. Para pemeran pendukung seperti Agni Pratistha, Ence Bagus, Epy Kusnandar dan Ria Irawan juga menambah kekuatan dalam film 9 Summers 10 Autumns ini.
Mungkin film ini seperti kebanyakan film bertema sama, konflik dalam film ini pun tidak sedramatis film-film pendahulunya. Namun, dengan tangan dingin Ifa dalam memaparkan jalan cerita film ini alhasil film ini mampu membuat sebuah tontonan yang berkualitas dan tidak terkesan dipaksakan.Dan dengan pengarahan Ifa yang begitu kuat kepada alur cerita, para pemeran serta produksi filmnya, 9 Summers 10 Autumns mampu menjelma menjadi sebuah penceritaan drama yang humanis, meyakinkan serta tampil dengan sisi emosional cerita yang begitu hangat dalam menyentuh tiap penontonnya.

Trailer 9 Summers 10 Autumns

Sinopsis film 50/50 (2011) :Joseph Gordon-Levitt

Apa kabar, 50/50 adalah film yang akan saya bahas kali ini, 50/50 merupakan sebuah perbandingan yang menjadi bagian dari film ini karena Adam Lerner (Joseph Gordon-levitt) didiagnosa menderita sebuah penyakit yang memberinya kemungkinan 50% untuk hidup dan 50% sisanya akan mengakhiri hidupnya. Kamu sudah membayangkan jalan cerita film ini? jika kamu membayangkan 50/50 akan menceritakan kisah yang mendayu-dayu dan cengeng, kamu salah. Film ini tidak seperti film-film lain yang bertema sama dan biasanya ditulis dengan nada penceritaan dramatis yang mendayu-dayu, 50/50, yang ditulis oleh penulis naskah Will Reiser serta menjadi film ketiga yang diarahkan oleh Jonathan Levine setelah All the Boys Love Mandy Lane (2006) dan The Wackness (2008), justru berusaha menghadirkan cerita dengan nada drama komedi yang kental. Secara mengagumkan, Levine mampu mengolah naskah cerita tulisan Reiser menjadi sebuah presentasi dengan nilai komedi cerdas yang sangat menghibur, namun tetap sangat menyentuh ketika menghadirkan momen-momen dramatisnya.
SINOPSIS
Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Reiser, 50/50 berkisah mengenai kehidupan seorang pemuda berusia 27 tahun, Adam Lerner (Joseph Gordon-Levitt), yang sepertinya memiliki semua hal yang dapat diimpikan oleh setiap pemuda yang seusianya: wajah yang atraktif, karir yang memuaskan, sahabat yang dengan setia mengganggunya setiap saat serta sesosok gadis cantik yang dapat disebutnya sebagai seorang kekasih. Namun, semua hal berubah ketika Adam kemudian di-vonis menderita kanker tulang belakang yang sebenarnya sangat jarang terjadi. Melalui riset kecil yang dilakukannya melalui internet, Adam lalu menyadari bahwa kesempatan setiap penderita kanker tulang belakang untuk dapat bertahan hidup hanyalah sebesar 50%.
Walau awalnya merasa bahwa kanker tersebut adalah sebuah tamparan hebat yang membuat hidupnya sama sekali tidak memiliki arti lagi, Adam secara perlahan mulai mencoba untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan ketegaran – dan bersenang-senang bersama sahabatnya, Kyle Hirons (Seth Rogen). Tentu saja, hal tersebut tidak berjalan mudah. Kehadiran kanker dalam hidup Adam telah membuat hubungan antara dirinya dengan kekasihnya, Rachael (Bryce Dallas Howard), dan ibunya, Diane (Anjelica Huston), menjadi begitu terguncang. Pacarnya yang cantik, Rachael (Bryce Dallas Howard), berjanji akan menemani Adam melewati masa – masa sulit, namun tidak lama kemudian, Rachael kedapatan selingkuh dan hanya memanfaatkan Adam untuk keuntungannya.
Setelah putus dengan pacarnya dan juga kehilangan pekerjaan, Adam sempat mengalami depresi. Untungnya Adam masih mempunyai teman seperti Kyle (Seth Rogen), yang walaupun dari luar terkesan cuek dan sering ngajak Adam melakukan hal-hal yang kurang baik, tapi selalu ada disisinya dan memberinya dukungan.
MV5BNjg3ODQyNTIyN15BMl5BanBnXkFtZTcwMjUzNzM5NQ@@._V1_SX214_
Selain menjalani pengobatan untuk penyakit yang dideritanya, Adam juga ikut terapi khusus. Di sinilah dia bertemu dengan Katherine (Anna Kendrick), terapis muda yang kemampuannya sempat diragukan oleh Adam. Tugas Katherine adalah membantu pasien untuk tenang menjalani pengobatan dan tidak putus asa walaupun tingkat kesembuhan penyakitnya kecil. Metode yang diterapkan Katherine cukup unik, dan lambat laun, Adam pun berteman dengannya. Dari orang – orang terdekatnyalah, Adam akhirnya belajar apa dan siapakah yang paling penting dalam hidupnya. Pun begitu, di sisi lain, penyakit kanker tersebut kemudian membawa Adam untuk mengenal beberapa karakter baru dalam kehidupannya yang mampu membuatnya lebih merasa bahagia atas kehidupan yang telah dijalaninya selama ini.
Kisah seperti ini jelas bukan cerita baru. Will Reiser sendiri sepertinya tidak merancang 50/50 untuk menjadi sebuah cerita mengenai perjuangan melawan kanker yang dipenuhi dengan intrik-intrik dramatis ala Hollywood yang tidak familiar. Keunggulan 50/50 justru terletak pada kemampuan Reiser untuk membalut kisah tradisional tersebut dengan elemen penceritaan drama komedi yang kental. Secara mengagumkan, Reiser mampu menggali lebih dalam ke setiap sisi cerita yang sebenarnya bernada kelam untuk kemudian menghasilkan komedi yang begitu menghibur – sekaligus dengan sama sekali tidak pernah melupakan kekuatan dramatis dari tema cerita awal yang ia olah.
Kekuatan itu sendiri berhasil dimunculkan oleh Reiser melalui karakter-karakter kuat yang mengisi jalan cerita 50/50. Film ini tidak hanya memfokuskan ceritanya pada kehidupan pemeran utama, tetapi juga pada kehidupan sekitarnya. Selain peran utama yang mengalami penderitaan karena penyakitnya, diceritakan juga bagaimana lingkungan sekitar, orang-orang terdekat dan karakter-karekter lain merasakan penderitaan peran utama juga. Sehingga film ini juga menunjukan bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Keberhasilan 50/50 jelas juga karena Jonathan Levine yang mampu merangkai alur penceritaan naskah cerita Reiser dengan begitu rapi – baik ketika mengekplorasi elemen emosional dari sisi drama film ini maupun ketika berusaha menonjolkan sisi komedi film lewat deretan dialog 50/50 yang begitu menghibur. Keberhasilan Levine lainnya jelas muncul lewat kemampuannya untuk mengarahkan para pemeran film ini dalam menghidupkan deretan karakter yang mereka perankan sehingga mampu menjadi karakter-karakter yang akan dengan mudah disukai dan terhubung secara emosional dengan para penonton film.
Seth Rogen, mampu menjadi sandaran utama jalan cerita 50/50 dengan menghadirkan momen-momen komedi di sepanjang penceritaan film. Dengan perannya yang cenderung  mengesalkan namun sebenarnya sangat peduli. Begitu pula dengan Bryce Dallas Howard dan Anna Kendrick yang berhasil tampil sebagai karakter love interest bagi karakter Adam dengan kepribadian yang bertolak belakang. Walaupun hadir dengan porsi karakter yang minim, Anjelica Huston, Phillip Baker Hall dan Matt Frewer justru mampu seringkali menghadirkan momen-momen menarik dalam penampilan mereka. Peran Huston sebagai karakter ibu kandung dari Adam serta Baker Hall dan Frewer sebagai dua karakter penderita kanker lain mampu menghadirkan tambahan jalinan hubungan yang lebih emosional dalam kehidupan Adam.
Joseph Gordon-Levitt sebagai pemeran utama semakin mampu membuktikan bahwa dirinya adalah seorang aktor dengan jangkauan akting yang sangat luas. Sebagai Adam, Joseph Gordon-Levitt mampu tampil kuat ketika dibutuhkan untuk menampilkan sisi dramatis dari karakternya sekaligus memberikan banyak momen-momen menghibur ketika karakternya berada dalam situasi yang bernuansa komedi – khususnya ketika karakternya berada dalam satu adegan bersama Anna Kendrick. Penampilan Joseph Gordon-Levitt yang sederhana namun dengan kharisma yang kuat juga mampu membuat karakter Adam menjadi begitu mudah untuk disukai sekaligus membuat kisah yang ingin disampaikan oleh jalan cerita 50/50 terasa berjalan lebih nyata. 50/50 merupakan film yang layak untuk ditonton, memberikan hiburan yang segar serta pesan pencapaian yang berhasil.

50/50 (2011) Trailer

sumber : berbagai sumber

Sinopsis Cinta Brontosaurus (2013) Raditya Dika

Apa kabar, sudah dengar tentang Cinta Brontosaurus? Yep, Cinta Brontosaurus adalah film drama Indonesia tahun 2013. Film ini dirilis pada tanggal 8 Mei 2013, sekarang masih rame-ramenya di Bioskop. Film ini dibintangi oleh Raditya Dika, Eriska Reinisa, Soleh Solihun, Meriam Bellina, dan Tyas Mirasih. Film ini diangkat dari novel karya Raditya Dika yang yang berjudul sama. Buat kalian yang penasaran sama jalan ceritanya, ini saya kasih sinopsisnya.


SINOPSIS

Film ini berkisah tentang Dika (Raditya Dika), seorang penulis yang baru saja putus cinta dengan sang pacar, Nina (Pamela Bowie), setelah sekian lama menjalin hubungan. Semenjak patah hati itu, dia percaya bahwa cinta bisa kadaluarsa dan berakhir.
Sementara itu, Kosasih (Soleh Solihun), agen tulisan Dika, berusaha untuk menyakinkan Dika kembali akan adanya cinta sejati, seperti Kosasih yang yakin pada cinta istrinya, Wanda (Tyas Mirasih). Usaha itu, membawa Dika ke dalam beberapa perkenalan.

Namun, cinta bisa datang kapan saja. Seperti saat Dika bertemu dengan Jessica (Eriska Rein), seorang gadis yang memiliki pola pikir sama anehnya dengan Dika. Semakin Dika dekat dengan Jessica, semakin dia berfikir, apa benar cinta bisa kadaluarsa?
Di sisi lain, Mr. Soe Lim (Ronny P. Tjandra), menawarkan untuk memfilmkan karya Dika, yang berjudul "Cinta Brontosaurus". Tertarik dengan tawaran itu, Dika berusaha untuk menulis skrip film tersebut. Masalah mulai muncul saat di tengah jalan, Mr. Soe Lim mencoba untuk mengubah naskah asli buatan Dika menjadi film horor yang sedang booming.

Film-Indonesia-Terbaru-Cinta-Brontosaurus
Nah, kalau kalian ingin lihat keseruan, kekonyolan dan kisah lengkapnya sekarang masih sempat buat lari ke bioskop dan duduk manis nonton disana.

Kalau ada yang masih ragu-ragu, ini saya kasih trailernya biar mantap.


sumber : berbagai sumber

Sinopsis 500 Days of Summer (2009)

Apa kabar, pernah mendengar 500 Days of Summer?atau bahkan sudah menonton?perlu ditekankan bahwa ini adalah (bukan) kisah cinta seorang pria dan seorang wanita. Sang pria adalah Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt), bercita-cita menjadi arsitek namun ia malah terdampar menjadi penulis kartu ucapan. Sejak kecil Tom tumbuh dengan memegang teguh kepercayaannya bahwa ia tidak akan pernah bisa hidup bahagia sampai ia bertemu dengan cinta sejatinya. Sebaliknya, sang wanita, Summer Finn (Zooey Deschanel) sama sekali tidak percaya apa itu cinta, karna orang tuanya bercerai waktu dia masih kecil. Jadi tidak ada dalam kamus Summer Finn istilah “pacar” atau “komitmen”, baginya hubungan yang ia jalani dengan pria-pria selama ini hanyalah hubungan pertemanan biasa yang dapat dengan mudah dan tanpa perasaan bersalah sedikitpun dapat ia putuskan kapan saja, seperti tanpa perasaan menyesal sedikitpun disaat ia memotong rambut hitam panjangnya yang indah itu.
Pada tanggal 8 Januari di musim semi yang indah, Tom akhirnya bertemu dengan Summer yang kebetulan bekerja sebagai asisten bosnya, dan pada saat itulah ia merasa bahwa Summer adalah wanita yang selama ini ia cari. Dan pada saat itu juga dimulailah a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.
Film ini memberikan cerita yang segar, baru dan benar-benar nyata. mungkin kebanyakan dari kita pernah mengalami kejadian ini. Saya pernah, hehe..
Kehadiran drama indie romantis satu ini benar-benar mampu menjadi sebuah kejutan besar yang menyenangkan karena berhasil mendapatkan tanggapan sangat positif baik dari para kritikus dunia maupun para penonton biasa. Bukan hanya sukses secara kualitas, film yang didistribusikan oleh Fox Searchlight Pictures ini pun berhasil meraup keuntungan yang sangat besar, dengan ‘hanya’ bermodalkan 7,500,000 juta dollar, film ini mampu meghasilkan pendapatan nyaris 10x lipatnya.
Kesuksesan yang berhasil di capai oleh (500) Days of Summer tidak lepas dari aroma indie kental yang menyelimutinya, terlihat dari bagaimana Mark Webb berhasil mempresentasikan film ini dengan tampilannya yang kreatif, tidak lazim, penuh kebebasan sekaligus indah. Pengunaan gaya naratif disertai plot nonlinear juga menjadi daya tarik dan nilai plus tersendiri yang membuat segalanya menjadi tampak berbeda dan berkelas. Tampaknya gaya Mark Webb dalam menggarap video klip sangat berpengaruh besar membentuk ‘wujud’ ‘(500) Days of Summer ini.
Kejeniusan Mark Webb, Scott Neustadter dan Michael H. Weber memang sudah membuat film ini bisa tampil sebaik ini. Sebagai seorang sutradara spesialis video klip, Mark Webb di debut film layar lebar pertamanya ini mampu menyuguhkan warna yang masih sedikit atau bahkan baru.
500-days-of-summer
Jika Webb sukses membentuk ‘wujud’ film ini, Scott Neustadter dan Michael H. Weber yang bertugas sebagai penulis naskah pun tidak ketinggalan mengisi ‘jiwa’ film dengan manyajikan kisah percintaan dan romantisme yang bisa dibilang ‘akrab’, khususnya bagi para penonton pria. Bisa dibilang hampir semua pria pernah merasakan pengalaman bagaimana indahnya jatuh cinta, bagaimana pahitnya di putus oleh kekasih, bagaimana rasanya menjalani hari-hari penuh penderitaan tanpa kehadiran kekasih, dan bagaimana jika wanita yang kita taksir selama ini ternyata hanya menganggap hubungan yang selama ini dibangun hanya sebatas sahabat, walaupun tindakannya sendiri terkadang melebihi dari seorang sahabat. Semua konflik-konflik tersebut mampu dihadirkan dengan dialog-dialog segar dan menyenangkan bahkan tidak jarang membuat kita tersenyum atau mungkin tertawa lepas atau bahkan merasa mengenaskan melihat bagaimana hubungan tidak wajar Tom dan Summer yang berlangsung selama 500 hari yang penuh suka duka tersebut.
Joseph Gordon-Levitt maupun Zooey Deschanel tampaknya benar-benar sangat menikmati peran mereka disini sebagai pasangan ‘teman’ yang serasi. Meyenangkan memang melihat bagaimana kedua karakter ini berinteraksi satu sama lain apalagi dengan kekompakan  yang dibangun dengan sangat kuat, kedua aktor-aktris mampu memberikan pertunjukan yang mempesona.
Setelah kamu menonton film ini, kamu akan bisa menilai sendiri apakah ini kisah cinta atau bukan seperti yang disampaikan oleh narasi film ini.
SINOPSIS
Tom melihat Summer untuk pertama kalinya pada tanggal 8 Januari. Dan pada saat itu juga dimulailah a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.
Berikutnya scene beralih saat Tom yang baru putus dengan Summer lalu memecahkan piring satu per satu. Kedua temannya merasa lebih lega setelah Rachel Hansen (Chloe Moretz), adik Tom muncul untuk membantu mereka menghadapi Tom yang tengah depresi. Tom lalu mencurahkan isi hatinya mulai dari hari ke-4 saat ia tanpa sengaja bertemu dengan Summer di lift dan gadis itu ternyata menyukai musik yang tengah didengarkan Tom dengan head phone-nya. Di hari ke-8 Tom memiliki kesempatan bicara lebih banyak dengan Summer.
Scenes-from-the-Film-500-days-of-summer-8397162-2560-1707
Scene demi scene bergulir secara random sesuai ingatan Tom. Pada hari ke-154 Tom menggambarkan perasaan cintanya pada Summer pada temannya sebagai berikut, "I'm in love with Summer. I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love this heart-shaped birth mark she has on her neck. I love the way she sometimes licks her lips before she talks. I love the sound of her laugh. I love the way she looks when she's sleeping." Sebaliknya pada hari ke-322 Tom berkata demikian tentang Summer, "I hate Summer. I hate her crooked teeth. I hate her 1960's haircut. I hate her knobby knees. And I hate her cockroach-shaped splotch on her neck. I hate the way she smacks her lips before she talks. And I hate the way she sounds when she laughs."
Di hari ke-11 Tom bercerita pada Rachel bahwa Summer menyukai Magritte and Hopper, lalu di hari ke-28 saat seisi kantor pergi ke tempat karaoke seusai jam kerja, Tom akhirnya bisa berbincang lebih jauh dengan Summer. ini dialog di hari ke-28 :
Summer: There's no such thing as love. It's a fantasy.
Tom: Well, I think you're wrong.
Summer: Okay well, what is it that I'm missing then?
Tom: I think you know it when you feel it.

Scene berikutnya lalu bercerita tentang perjalanan cinta Tom-Summer dari saat mereka pertama kali berciuman di dekat mesin fotocopy pada hari ke-31, berjalan-jalan ke IKEA untuk melihat wastafel dan spring bed dan berpura-pura itu rumah mereka, berjalan-jalan melihat bangunan kota, lalu hari-hari saat mereka bertengkar dan berbaikan lagi, hingga hari di mana Tom menyadari bahwa antara harapan dan kenyataan ternyata berbeda sama sekali. Summer mengundangnya datang ke pesta bukan untuk melanjutkan kisah ‘cinta’ mereka. Sebaliknya pada hari itu Summer bertunangan dengan pria lain.
Di akhir cerita Summer menjelaskan pada Tom bahwa ia tidak pernah merasa yakin bahwa Tom adalah jodohnya, bahkan pada saat mereka masih bersama. Summer lalu bercerita bahwa pertemuannya dengan pria yang sekarang menjadi suaminya juga tidak terbayangkan olehnya. Ia tengah membaca buku Dorian Gray dan seorang pria bertanya padanya tentang isi buku itu. Tidak pernah terbayang oleh Summer dan ia sendiri terkejut karena ia tadinya adalah gadis yang tidak ingin menjadi kekasih siapa pun dan sekarang ia adalah seorang isteri. Summer berkata bahwa hal ini memang sudah ditakdirkan. Scene ini terasa agak mengharukan.
Berikutnya pada hari Rabu di tanggal 23 Mei, Tom yang telah berhenti bekerja sebagai pembuat kartu ucapan datang untuk wawancara kerja di sebuah gedung dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang akan menjadi kompetitornya. Mereka lalu berbincang dan gadis itu mengatakan pernah melihat Tom di Angelus Plaza saat melihat bangunan kota. Tom yang lalu dipanggil masuk ke ruangan untuk bertemu dengan pewawancaranya lalu menawari gadis itu untuk minum kopi bersama setelah itu. Meski sebelumnya Tom meyakini bahwa menemukan belahan jiwanya tidak ada hubungannya dengan nasib, takdir atau pun sudah ditakdirkan, tapi hanya sebuah kebetulan; tak urung Tom terhenyak saat gadis itu menyebutkan namanya: Autumn (Minka Kelly). Seolah hari-harinya bersama Summer memang sudah ditakdirkan berakhir karena ia akan bertemu dengan Autumn. Di antara banyak nama, Tom justru bertemu dengan gadis bernama Autumn yang juga nama sejenis musim.

500 Days of Summer Trailer

Sumber : Berbagai Sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Laporan Cinema - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger